Benarkah Dunia Paralel Itu Ada? Ini Fakta dan Teorinya

Sumber: freepik.com
Hai sobat Beraspirasi! Sempat tidak kalian membayangkan jika terdapat dunia lain di mana dirimu hidup dengan jalur cerita yang berbeda? Misalnya, kalian jadi atlet nasional, seleb TikTok populer, ataupun apalagi penjelajah luar angkasa. Konsep semacam ini kerap timbul dalam film fiksi ilmiah, tetapi mengerti kah kalian kalau ilham tentang dunia paralel nyatanya pula dibahas sungguh- sungguh dalam dunia sains?
Apa Itu Dunia Paralel?
Dunia paralel, ataupun multiverse, merupakan gagasan kalau terdapat alam semesta lain tidak hanya yang kita tinggali saat ini. Tiap dunia itu memiliki kenyataannya sendiri, dapat jadi sangat mirip ataupun malah sangat berbeda. Bisa jadi saja di satu dunia kalian lahir di negeri lain, ataupun sejarah dunia berjalan dengan metode yang sama sekali berbeda. Menarik, kan?
Berakar dari Teori Fisika Modern
Konsep dunia paralel bukan hanya khayalan belaka. Sebagian ilmuwan, paling utama dalam bidang fisika kuantum serta kosmologi, telah lama mengutak- atik ilham ini. Salah satunya merupakan teori Many Worlds Interpretation( MWI) yang dikemukakan oleh Hugh Everett III. Teori ini mengatakan kalau tiap keputusan ataupun mungkin hendak menghasilkan cabang dunia baru. Jadi, bila kalian memilah makan mi praktis ataupun nasi goreng, dapat jadi terdapat dunia lain di mana kalian memilah yang satunya.
Dunia Paralel dalam Budaya Populer
Jika kalian suka nonton film semacam Doctor Strange in the Multiverse of Madness, Everything Everywhere All At Once, ataupun serial Stranger Things, kalian tentu telah sering di dengar dengan ilham dunia paralel. Dunia hiburan memanglah gemar mengeksplorasi konsep ini sebab membagikan kebebasan cerita yang luas serta penuh kejutan. Tetapi di balik kisah- kisah fiksi itu, terdapat secercah mungkin yang diteliti oleh para ilmuwan sungguhan.
Apakah Dapat Diakses?
Salah satu persoalan yang kerap timbul: dapat tidak sih kita mendatangi dunia paralel? Sayangnya, sampai dikala ini belum terdapat fakta nyata ataupun teknologi yang membolehkan kita melompat ke semesta lain. Konsep dunia paralel masih bertabiat spekulatif, serta walaupun dibahas dalam teori fisika, belum terdapat eksperimen yang meyakinkan keberadaannya secara langsung.
Teori String serta 11 Dimensi
Teori String, salah satu teori sangat ambisius dalam fisika, mengatakan kalau semesta kita bisa jadi memiliki lebih dari 3 ukuran ruang serta satu ukuran waktu. Apalagi terdapat mungkin sampai sebelas ukuran! Dalam ukuran ekstra inilah, para fisikawan menebak kalau dunia paralel dapat saja eksis berdampingan dengan dunia kita, cuma saja tidak dapat kita amati ataupun sentuh secara langsung.
Implikasi Filosofis Dunia Paralel
Tidak hanya dari sisi ilmiah, dunia paralel pula mengundang persoalan filosofis. Bila terdapat dunia lain di mana kita menempuh hidup berbeda, apa maksudnya opsi kita di dunia ini? Apakah seluruh tipe” diri kita” itu sama berartinya? Konsep ini dapat buat kita merenung soal takdir, kebebasan memilah, serta apalagi bukti diri individu.
Apakah Dunia Paralel Itu Beresiko?
Dalam fiksi, dunia paralel kadangkala ditafsirkan selaku tempat yang kacau ataupun penuh konflik. Tetapi dalam teori ilmiah, dunia paralel tidak beresiko sebab sifatnya tidak berhubungan langsung dengan dunia kita. Ibarat 2 siaran radio yang berjalan di frekuensi berbeda—keduanya terdapat, tetapi tidak silih mengusik.
Bisakah Dunia Paralel Menarangkan Peristiwa Aneh?
Terdapat orang- orang yang mengklaim hadapi “glitch in the matrix”, déjà vu yang ekstrem, ataupun peristiwa aneh yang lain serta mengaitkannya dengan dunia paralel. Walaupun menarik, belum terdapat fakta ilmiah kalau pengalaman semacam itu betul- betul berasal dari interaksi antar ukuran. Tetapi pasti saja, teka- teki semacam ini membuat konsep dunia paralel kian menggoda buat dikulik.
Kesimpulan
Dunia paralel merupakan konsep yang mencampurkan sains, imajinasi, serta filosofi dalam satu paket yang menarik. Walaupun belum teruji secara empiris, ilham tentang keberadaan semesta lain senantiasa jadi topik menarik yang membuat kita bingung: “Gimana bila…?” Dari teori fisika modern sampai film- film fiksi ilmiah, dunia paralel mengajak kita berpikir lebih luas tentang kenyataan yang kita huni dikala ini.